Welcome to our site

welcome text --- Nam sed nisl justo. Duis ornare nulla at lectus varius sodales quis non eros. Proin sollicitudin tincidunt augue eu pharetra. Nulla nec magna mi, eget volutpat augue. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Integer tincidunt iaculis risus, non placerat arcu molestie in.

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Kendaraan Yang Mengeluarkan Asap Hitam Seharusnya Tidak Boleh Dikendarakan

Sunday, 26 December 2010

[caption id="attachment_447" align="alignnone" width="490" caption="Aduh asapnya hitam sekali!"][/caption]

Sering sekali kita berada di jalan raya dan kendaraan di depan mengeluarkan asap yang berwarna hitam. Asap tersebut sangat mengganggu pengendara-pengendara yang lain karena dapat mengganggu pandangan mata, sistim pernafasan, merusak lingkungan, dan membuat kotor kendaraan-kendaraan lainnya.

Seharusnya kendaraan-kendaraan yang masih aktif digunakan harus sering diperiksa, dan harus ada sistim penilaian kendaraan-kendaraan yang dapat memisahkan antara kendaraan yang masih bekerja dengan baik, dan kendaraan yang kurang baik (mengeluarkan asap hitam, merugikan lingkungan, dsb). Kendaraan yang dinilai tidak baik seharusnya tidak boleh dikendarakan karena dapat merugikan pengendara lainnta dan lingkungan sekitarnya.

Kasihan pengendara motor, becak, dan bajaj yang terkena asap hitam. Mereka harus menghirup asap hitam itu. Asap hitam itu juga mengakibatkan polusi, langit kita tidak lagi biru seperti dulu. Polusi udara dapat mengakibatkan kerusakan lapisan ozon, hujan asam, efek rumah kaca, dan lain sebagainya. Cintailah lingkungan hidup kita, jika kendaraan Anda mengeluarkan asap hitam, tolong cepat bawa ke bengkel dan dibetulkan, jangan tunggu sampai situasi lingkungan dan kesehatan menjadi lebih parah.

Alexia.

Bayangkan.. Pasangan Anda Mengidap HIV/AIDS.. Dan Anda Tidak Tahu..

Wednesday, 1 December 2010

[caption id="attachment_281" align="alignnone" width="490" caption="Dia nggak tahu suaminya punya HIV!"][/caption]

1 Desember - Hari AIDS Sedunia.

Saya pernah mendengar sebuah cerita nyata.. Tante saya bekerja di sebuah kantor di mana suami dari rekan kerjanya baru saja meninggal. Tante saya datang ke pemakamannya dan tidak sengaja mendengar saudara-saudara dari suaminya itu berbicara bahwa suami dari temannya itu meninggal karena AIDS. Ternyata sewaktu ia menikah, ia sudah HIV positif. Tante saya lalu menanyakan hal ini ke rekan kantornya, dan ternyata rekan kantornya itu tidak tahu sama sekali bahwa suaminya HIV positif sewaktu mereka menikah! Tante saya kemudian mengajak rekan kantornya untuk tes darah... sewaktu hasil tes itu keluar, ternyata rekan kantor tante saya ternyata sudah tertular HIV juga, dan dia langsung pingsan sewaktu melihat hasil tes darahnya. Lebih menyedihkannya lagi, keluarga suaminya tidak mau tahu apa-apa dan tidak mau ikut campur dengan permasalahan si rekan kantor tante saya ini.

Keluarga suaminya sudah tahu bahwa anaknya HIV Positif, tetapi tetap memperbolehkan anaknya untuk menikah dan berhubungan intim dengan istrinya. Bukankah ini sama saja dengan pembunuhan? Saya juga yakin bahwa ini bukan satu-satunya kasus yang pernah terjadi. Hal ini harus dihentikan supaya tidak ada lagi bayi lahir sudah HIV positif. Seseorang yang memutuskan untuk menikah (atau memperbolehkan anaknya menikah) atau berhubungan intim sewaktu mereka tahu bahwa mereka mengidap HIV adalah hal yang tidak bermoral, pasangan mereka memiliki masa depan dan orang-orang yang mencintainya - yang tidak mau mencelakakannya.

Alexia.

Untuk mereka yang membutuhkan bantuan karena kecanduan narkoba, bisa menghubungi YAKITA - Yayasan Harpan Permata Hati Kita.

Mengusir Pasien Dari Rumah Sakit Adalah Tindakan Tidak Bermoral

Monday, 29 November 2010



Beberapa minggu yang lalu ada berita dari Kendari, Sulawesi Tenggara, seorang pasien rawat inap yang sudah berusia lanjut diusir dari rumah sakit karena pihak rumah sakit tidak memiliki izin perpanjangan operasional. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa izinnya "sedang dibuat".

Di Samarinda, Kalimantan Selatan, juga ada seorang pasien yang diusir karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Mendengar tentang kejadian-kejadian seperti ini, saya merasa sangat sedih dan kecewa.

Semestinya izin perpanjangan operasional harus diperpanjang dari jauh-jauh hari untuk menhindari permasalahan seperti ini. Orang-orang yang berekonomi rendah atau orang-orang yang tidak mampu untuk membayar rumah sakit seharusnya bisa diberi pertolongan dari pemerintah, atau paling tidak mereka diperbolehkan rawat inap sampai sembuh, baru membayar biaya rumah sakit sedikit demi sedikit, karena mengusir mereka sewaktu mereka masih sakit sangatlah tidak beretika. Teganya mereka mengusir orang-orang sakit dari rumah sakit, tempat di mana mereka seharusnya dapat pertolongan.

Di manakah moral dan rasa tenggang rasa untung sesama? Tidak adakah sistim management yang bisa menghindarkan hal-hal ini untuk terjadi?

Alexia

Jangan Menggunakan Kata-Kata "Autis" Sembarangan

Friday, 19 November 2010

[caption id="attachment_239" align="alignnone" width="605" caption="Jangan sembarangan menggunakan kata 'autis'"][/caption]

Saya tidak tahu mengapa, kata-kata 'autis' jadi sering sekali dipakai, biasanya untuk mendeskripsikan perbuatan seseorang secara negatif (bisa untuk mengejek diri sendiri juga), contohnya "Ih kamu ketawa sendiri baca bukunya, autis banget sih kamu!", atau "seharian aku online terus di facebook, autis bener deh aku!". Hal ini sudah mulai mengundang amarah di kalangan orang-orang yang autis, juga membuat kesal dan sedih anggota keluarga mereka. Walau hanya candaan, tetapi mohon jangan disebar luaskan karena sekarang malah populer.

Tetapi saya juga sering mendengar orang mengejek menggunakan nama penyakit atau kondisi tubuh lainnya, seperti.. "Ih cacat amat sih loe!", "Dasar AIDS lu!".. saya biasanya langsung merasa tidak nyaman berada di sekitar orang-orang yang berbicara seperti itu. Hanya karena mereka berfisik sehat, bukan berarti mereka lebih baik dari manusia lain.. mereka juga manusia yang tidak sempurna. Menggunakan nama penyakit, kondisi tubuh dan lain sebagainya sebagai ejekan sangatlah tidak etis. Bayangkan jika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki autisme tetapi Anda sangat sayang pada mereka, apakah Anda akan tetap nyaman menggunakan kata-kata 'autis' secara sembarangan?

Alexia.

Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi!

Thursday, 28 October 2010

[caption id="attachment_166" align="aligncenter" width="605" caption="Mana nasinya? "][/caption]

Sering sekali terdengar kalimat: "Saya belum kenyang kalau belum makan nasi", atau "Makan nasi dulu dong, masa seharian belum makan nasi?" .. menurut saya (yang masih sedikit cultureshocked dengan Indonesia sejak kembali dari masa-masa kuliah di Australia) sangatlah lucu, kadang aneh didengar. Akhirnya saya menggambar komik yang hiperbolis mengenai orang Indonesia yang makan banyaaaaaaaak sekali, tetapi tidak merasa kenyang karena belum memakan nasi. Saya sendiri tidak menentang nasi, saya pemakan nasi juga sejak kecil seperti warga negara Asia lainnya. Tetapi memang saya cenderung memakan lebih banyak lauk daripada nasinya (menurutku nasi membuat tawar rasa lauk-lauknya, dan membuat perut kenyang terlalu cepat - itulah mengapa tubuhku selalu kecil). Nasi mengandung banyak karbohidrat yang juga terkandung di dalam roti, mie, ubi, kentang, pasta.

Tetapi jika dibandingkan di sekeliling dunia, nasi menjadi makanan pokok hanya secara dominan di daerah Asia. Di dunia Barat, roti dan makanan lain yang dibuat oleh tepung lebih mendominasi. Memang karena di sana tidak ada sawah-sawah subur seperti milik Indonesia, Cina, Vietnam, dan lain sebagainya.

Jadi, sebagai manusia, secara biologis atau natural sebenarnya kita bisa hidup tanpa 'mempokokkan' nasi. Tetapi hanya karena kita sebagai orang Indonesia terlahir di tanah yang cukup subur untuk menanam padi, makanan pokok kita adalah nasi, dan tubuh kita menjadi terbiasa memakan nasi setiap hari, minimal sekali dalam sehari. Padahal di belahan dunia lain, manusia hidup memakan roti dan sayur-sayuran.

Jika Anda suka memakan nasi, saya tidak bermaksud untuk menjauhkan Anda dari nasi. Ini hanyalah opini saya, karena menurut saya kalimat "belum kenyang kalau belum makan nasi", atau keharusan memakan nasi itu terdengar lumayan.... aneh.

.... jadi lapar.

Alexia.