Welcome to our site

welcome text --- Nam sed nisl justo. Duis ornare nulla at lectus varius sodales quis non eros. Proin sollicitudin tincidunt augue eu pharetra. Nulla nec magna mi, eget volutpat augue. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Integer tincidunt iaculis risus, non placerat arcu molestie in.

Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts

Tanamlah Rasa Cinta Akan Budaya Kita Sejak Usia Muda

Tuesday, 30 November 2010

[caption id="attachment_278" align="alignnone" width="490" caption="Generasi Muda Jaman Sekarang.......... *tarik nafas panjang*"][/caption]

Budaya Indonesia bisa hilang termakan jaman karena orang-orang Indonesianya sendiri lebih suka meniru-niru kebudayaan luar. Anak muda sebagai penerus bangsa harus bisa mempertahankan kelestarian budaya daerahnya masing-masing untuk memperkuat identitas kita sebagai orang Indonesia. Tetapi kadang saya merasa hilang harapan jika melihat anak-anak muda akhir-akhir ini yang merasa lebih bangga dengan budaya luar.

Padahal, kunci konservasi budaya kita terletak di niat dan semangat anak-anak muda untuk tetap melestarikannya, dan generasi sebelumnya untuk mengajarkan generasi muda hal-hal yang mereka ketahui tentang budaya, sejarah, dan tradisi negara kita. Harus dimulai sejak kecil, orang Indonesia harus rajin mempelajari bahasa daerah, tarian daerah, menonton pertujukan tradisional atau upacara adat, supaya rasa cinta terhadap budaya dikembangkan sejak usia muda. Sekarang anak-anak TK inginnya menonton Ben 10 dan bermain dengan boneka Barbie, semua pengaruh luar.

Tidak ada salahnya untuk mempelajari budaya luar di era globalisasi, malah sangat penting untuk mempelajari bahasa-bahasa luar seperti bahasa Inggris atau Cina jika ingin mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tetapi tolong jangan meninggalkan budaya tradisi kita. Inilah identitas kita. Berbanggalah dengan candi-candi, kain tenun, tari piring, ketukan kendhang. Jangan hanya meniru hal-hal yang kita lihat di televisi. Selebritis kita saja sudah meniru selebritis luar negeri, lama kelamaan Indonesia akan kehilangan khasnya.

Perjuangan kita sekarang adalah untuk mengembalikan rasa cinta itu kepada generasi muda Indonesia. Tumbuhkan rasa cinta akan budaya kita sejak usia muda.

Alexia.

Budaya Kita "Dicuri" Supaya Kita Bisa Berusaha Untuk "Mengembalikan"

Monday, 11 October 2010

[caption id="attachment_134" align="aligncenter" width="605" caption="Jangan Asal Salahkan Negara Lain..."][/caption]

Oke, memang topik ini sedikit kuno untuk dibahas. Tetapi ini sesuatu yang saya rasa penting untuk disampaikan... Dulu sewaktu beberapa tarian Indonesia ditampilkan di iklan turisme Malaysia, Indonesia langsung panas dengan amarah dan emosi. Memang, apa yang mereka lakukan tidak benar, tetapi setelah itu, di forum-forum, website-website, orang Indonesia aktif menjelek-jelekkan Malaysia, sampai menggunakan bahasa kasar.

Sebelum kalian marah-marah.. kalian ingat-ingat dulu.. apakah kalian sendiri pernah melakukan sesuatu untuk melestarikan, mengapresiasi, mengkonservasikan dan menjaga budaya Indonesia? ya atau tidak? kalau ya.. kalian boleh merasa sedikit kesal. Tetapi kalau kalian tidak pernah, ya kalian harus sadar diri. Jangan asal marah-marah, tapi lalu budaya kita diambil orang, baru deh marah-marah, kan tidak masuk akal.

Sewaktu para generasi muda mulai berbicara kasar online, saya mulai merasa malu. Tidak bisakah kita berdebat dengan cara yang lebih sopan, berpendidikan, dan teratur? Kita malah membuat harga diri kita turun di depan negara yang telah "mengambil" budaya kita. Kita seharusnya dapat berargumentasi secara intelektual, bukan malah terdengar bodoh dan semena-mena.

Mungkin budaya kita dicuri karena orang-orang Indonesianya sendiri memberi kesan bahwa mereka kurang peduli akan budayanya sendiri? Justru ini semua adalah pelajaran untuk kita semua. Jangan terlalu mengabaikan budaya kita. Di sisi baik, mungkin sewaktu Malaysia "mencuri" budaya kita, kita semestinya berterima kasih, karena tiba-tiba masyarakat kita menjadi lebih perhatian dengan budaya sendiri. Tiba-tiba bisnis batik menjadi besar. Mari kita aktif menonton acara-acara tradisional, belajar tarian tradisional, belajar bahasa lokal, belajar memasak masakan lokal, belajar lagu tradisional, memakai busana tradisional. Saat kita bangga pada budaya negeri sendiri, negara lain pasti akan lebih menghormati dan menghargai kita.

Alexia

Javanese Cultural Evolution

Wednesday, 6 October 2010

[caption id="attachment_38" align="aligncenter" width="640" caption="Emoh pake baju Jawa, jadi Emo deh.."][/caption]

Hari ini aku ingin membicarakan pakaian dan tekstil tradisional/adat. Aku suka sekali melihat foto-foto lama. Baju-bajunya masih keren-keren banget. Memang sih repot pakai bajunya, dan tidak senyaman baju-baju sekarang. Tetapi betapa indahnya masa lalu sewaktu masyarakat masih menggunakan pakaian tradisional! Batik memang sedang populer sekarang, apalagi sejak skandal budaya kita 'dicuri' negara lain. Tiba-tiba orang sadar kalau kita mempunyai hasil karya budaya yang patut dibanggakan (kemana aja lu semua??). Karena "perkembangan" jaman, masyarakat Indonesia malah ingin meniru-niru gaya bule yang dilihat di TV ataupun majalah.

Geli aku kalau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan melihat seorang laki-laki muda dandan emo. Yang pakai eyeliner sama celana skinny jeans itu... walau memang sudah makin sedikit sih orang-orang emo ini. Maaf ya, hanya memberi opini.. tapi orang Indonesia... dandan emo... nggak nyambung banget! Kita diberi wajah Indonesia, kulit Indonesia, tubuh Indonesia, berbanggalah memakai songket, memakai kain tenun, memakai batik, tidak usah kalau sedang 'kondangan' saja. Kalau jaman dulu bahan-bahan tersebut bisa dipakai untuk pakaian sehari-hari, semestinya sekarang juga bisa.

Sewaktu saya tinggal di Australia, penduduk yang datang dari Afrika juga banyak jumlahnya di Melbourne. Aku benar-benar senang melihat mereka memakai baju tradisinya mereka setiap hari. Dengan warna-warnanya yang cerah, dan pola-pola tradisional yang terjahit di sekujur bajunya itu, mereka berjalan di tengah-tengah kota Melbourne dengan percaya diri. Banyak juga wanita India memakai sari. Mereka terlihat cantik sekali, jauh lebih cantik dibandingkan kalau mereka memakai mini skirt dan tanktop. Pada saat itu aku mulai percaya bahwa orang akan terlihat jauh lebih baik, lebih indah, lebih menarik, jika mereka,.. menjadi dirinya sendiri, bangga dengan etnisitasnya, dan memakai busana tradisionalnya, ya karena memang.... COCOK.

[caption id="attachment_39" align="aligncenter" width="605" caption="Banyak lho orang yang masih seperti ini..."][/caption]

Generasi Muda Jangan Sampai Meninggalkan Budaya

Tuesday, 5 October 2010

[caption id="attachment_19" align="aligncenter" width="640" caption="Adik Suka Nonton Wayang..."][/caption]

Sering sekali aku mendengar "Ih ngapain sih nonton Wayang, ngebosenin banget tau!". Hatiku hancur berkeping-keping (okeh, aku ngerti aku sedikit lebay di sini). Tapi generasi muda pada saat ini memang benar-benar terbawa arus globalisasi, dan banyak yang sudah meninggalkan pertunjukan seni tradisi.

Aku ingat cerita-cerita tentang bapakku sewaktu beliau masih kecil. Sukaaa sekali menonton wayang. Pada masa kecilnya di Solo, beliau sering main ke Gedung Wayang Orang Sriwedari (yang pada tahun 2010 genap berumur 100 tahun!), dan menonton pergelaran-pergelarannya. Bapakku menjagokan seniman-seniman seperti Rusman dan Darsi (nah lho pada tahu mereka siapa nggak??). Rusman dan Darsi dulu adalah pasangan paling kondang di Wayang Orang Sriwedari, nama mereka makin harum setelah memerankan karakter Gatutkaca dan Pergiwa. Kadang kalau bapakku tidak kebagian kursi atau tidak bisa membeli tiket, beliau nekat manjat dan menonton dari jendela.

Generasi muda jaman sekarang... sudah banyak sekali yang tidak berniat untuk menyaksikan acara tradisional. Pantas saja kesenian tradisi makin lama makin punah. Dulu aku juga memiliki pemikiran seperti itu. Alaaaah wayang kan ngeboseeeniiiiin... mana aku nggak ngerti lagiii... Ternyata, aku tidak menyangka kalau suatu hari aku akan menyesaaaaal sekali pernah berkata seperti itu. Sampai hari ini juga aku ingin memutar balik waktu dan mulai menekuni cerita-cerita wayang dari kecil - sekaligus belajar bahasa Jawa!

Sekarang, aku kalau nonton wayang, ngerti atau tidak apa yang dibicarakan, aku tetap saja terkesima oleh segala hal yang ditampilkan. Musiknya, cara Ki Dalang berbicara, tatahan (ukiran) wayangnya, dan kalau menonton Wayang Orang, aku dapat menikmati gerak tarinya, melihat tingkah laku karakternya, canda tawa Punakawannya, musiknya... banyak sekali yang bisa dinikmati dan diobservasi.

Sekali-sekali, cobalah menonton kesenian tradisional lokal di kotamu. Kamu bisa terkejut seberapa indahnya karya bangsa kita.

Alexia.