Sejak kecil sampai sekarang, saya memiliki banyak teman.. ada yang sampai sekarang masih berteman, ada yang sudah lama tidak bertemu, ada yang memang sengaja tidak saling berbicara. Dari semua pengalaman saya berteman, saya berkesimpulan bahwa jika kita ingin awet berteman dengan seseorang, kita harus bisa mengapresiasikan perbedaan antara sesama. Kita tidak boleh main hakim sendiri. Ini adalah sebuah seni yang sampai sekarang masih saya pelajari.
Setiap orang diberikan otak sendiri, jadi pendapat juga akan berbeda. Emosi kita juga berbeda, dan kemampuan kita sebagai manusia untuk menangani masalah-masalah hidup juga berbeda. Kita semua juga harus ingat bahwa setiap orang juga memiliki perjalanan hidup yang berbeda, jadi jangan main hakim sendiri - pendapatmu belum tentu benar. Pengalaman orangpun juga beda-beda. Setiap orang diberi kepribadian sendiri-sendiri, jika tidak bisa mengapresiasikan kepribadian teman Anda, lebih baik tidak usah bertemu atau berbicara terlalu sering.
Mengeluarkan pendapat untuk seorang teman itu boleh saja, kadang malah sangat membantu. Tetapi jika teman Anda tidak bisa menerima pendapat Anda, jangan dipaksa, jangan emosi, jangan berlagak sok tahu, karena mungkin mereka tahu apa yang terbaik untuk mereka. Kalaupun mereka sebenarnya tidak tahu apa yang terbaik untuk mereka, kita dukung dari belakang saja. Setiap orang memiliki perjalanan hidup sendiri, kalau bukan urusan kita, kita tidak usah ikut campur. Jangan meremehkan teman kita juga, walaupun mereka lemah dalam beberapa hal, biasanya mereka lebih kuat di hal-hal yang lain juga.
Saya jadi teringat teman kuliah saya dulu. Namanya Elise. Orangnya berisik, suka asal berbicara dan ada beberapa hal lain yang saya dulu kurang suka tentangnya tetapi tidak bisa saya tulis di sini. Elisepun juga tidak suka beberapa hal tentang saya... tetapi yang membuat saya sayang sama Elise adalah karena Elise selalu bisa mengapresiasikan perbedaan antara kita, akhirnya saya juga belajar melupakan hal-hal yang menyebalkan tentang Elise. Elise tidak pernah meragukan saya jika opini kita berbeda, dan dia tidak pernah menghakimi teman-temannya. Saya benar-benar rindu olehnya karena kita sekarang tinggal di negara yang berbeda. Tapi saya yakin saya akan bertemu dengannya suatu hari nanti.
Sampai hari ini juga, saya masih belajar untuk mengapresiasikan teman-temanku. Jika tidak, kita akan kehabisan teman - karena kita sebel sama dia, sama dia juga, sama yang itu juga... sebel sama semua orang.. hanya karena mereka memiliki cara berpikir yang berbeda dengan kita. Bukalah mata Anda dan belajar mencari sisi positif seseorang.
Alexia.