Welcome to our site

welcome text --- Nam sed nisl justo. Duis ornare nulla at lectus varius sodales quis non eros. Proin sollicitudin tincidunt augue eu pharetra. Nulla nec magna mi, eget volutpat augue. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Integer tincidunt iaculis risus, non placerat arcu molestie in.

Sewaktu Kita Sudah Memasuki Era Yang Hampir Segala-Galanya... 'Instant'

Thursday, 9 December 2010

[caption id="attachment_307" align="alignnone" width="490" caption="Mau kaya 'instant'?"][/caption]

Pada masa modern ini, segala-galanya 'instant'. Bisa kirim e-mail, bisa mendapatkan informasi dengan 'google' dan lain-lain, semuanya "tinggal klik". Kemudahan dan keefisienan hidup kita di masa modern ini ada baiknya dan ada buruknya. Baiknya adalah: kita bisa lebih mudah melakukan aktivitas-aktivitas sehari-hari (jaman sekarang sudah tidak usah mengirim surah pakai burung hantu seperti di film Harry Potter - ada email). Namun, sisi buruknya adalah: kita menjadi masyarakat yang manja.

Inginnya semuanya ikut 'instant' juga. Ingin cepat kaya, cepat kurus, cepat menumbuhkan rambut, cepat ini cepat itu... dan orang-orang yang mencari uang dari hal-hal yang katanya 'instant' jadi sukses menjual kebohongannya. Padahal di hidup ini tidak ada jalan pintas untuk apapun.

Kalau mau kaya, kita harus kerja keras.. kalau ada iklan di internet yang menjanjikan uang banyak dengan melakukan pekerjaan yang sangat mudah, biasanya 99,8% dari website-website tersebut adalah 'scam' atau bohongan. Banyak produk-produk di pasaran yang mengatakan bahwa produk tersebut bisa membuat Anda langsing dengan cepat.. biasanya pasti menimbulkan efek samping atau bahkan tidak menguruskan sama sekali. Jika mau kurus ya harus makan yang benar dan rajin olah raga.

Bahkan jika kita ingin belajar bahasa asing, kita tidak bisa meminum pil atau membeli sesuatu yang dapat membuat kita cepat lancar berbahasa asing tersebut, kita harus belajar dari nol, rajin berlatih, diseriuskan dan ditekuni. Tidak bisa 'instant', tidak ada jalan pintasnya.

Blog 'entry' ini sesuai pengalaman saya sendiri. Dulu saya selalu mencari yang 'instant', tetapi setelah sadar, saya mencoba mencari jalan terbaik untuk sukses (yaitu kerja keras, berimajinasi, dan tekun), bukan jalan pintas..

Alexia.

Udah Gabung Belum?

Saturday, 4 December 2010

Watatita! - Wayang Tentang Tingkah Laku Kita punya Halaman di Facebook.. bagi yang belum bergabung, klik di sini... di 'like' ya :)

Alexia.   PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Jangan Melupakan Teman-Teman Lama Kita..

[caption id="attachment_299" align="alignnone" width="490" caption=""Dulu kamu keciiiil!""][/caption]

Beberapa minggu yang lalu saya ke Solo karena mau pentas nari.. Bapakku juga ikut pentas. Kebetulan teman bapak sejak kecil yang bernama Bu Sundari ingin menonton pentas kita juga. Bu Sundari mengenal bapak sejak duduk di bangku SD-SMP sewaktu bersekolah di Semarang, dan akhir-akhir ini mereka berhasil saling mengontak. Bu Sundari juga sering e-mail - e-mail-an dengan saya.

Sayangnya sewaktu dalam perjalanan dari Semarang ke Solo, Bu Sundari (yang bekerja sebagai seorang dosen), dipanggil untuk menjaga ujian pada hari kita pentas, dengan terpaksa Bu Sundari harus menerima pekerjaan itu, tetapi Bu Sundari masih bersikeras pergi ke Solo untuk bertemu dengan kita.

Suatu pagi, saya masih tidur dan tiba-tiba Bu Sundari mengetuk-ngetuk di pintu depan penginapan saya. Saya buru-buru mandi dan makan dan membawa Bu Sundari ke hotelnya bapak dan ibuku (penginapan kita terpisah karena saya sudah di Solo 2 minggu sebelum orang tua saya datang). Sesampainya di Hotel, Bu Sundari saya kenalkan dengan ibu saya dan mereka berbincang. Tidak lama kemudian bapakku muncul, dan tidak mengenal wajah Bu Sundari.. Bapak hanya memberi senyum ramah dan berbicara dengan ibuku. Lalu saya bilang "Ini Ibu Sundari"... dengan sekejap bapakku terkejut dan segera bersalaman. Mereka belum bertemu selama 43 tahun. Kemudian kita semua memakan soto bersama. Bu Sundari merasa luar biasa senang dapat bertemu dengan bapakku kembali setelah sekian lamanya.. Bu Sundari merasa seperti beliau mendapat sahabat baru.

Kejadian ini membuat saya berpikir.. bahwa walaupun kita akan dipisahkan dari teman-teman kita sekarang, pada masa yang akan mendatang Tuhan pasti akan mempertemukan kita dengan beberapa teman-teman lama kita. Perubahan-perubahan akan membuat kita tertawa (dulu bapakku bandel sekali, pensilnya Bu Sundari yang dipinjam dipatah-patahkan) dan bernostalgia.. tetapi saya tidak mau menunggu 43 tahun sampai bisa bertemu teman-teman lamaku... sekarang saja saya sudah kangen sama teman-teman SMU.. Walaupun sepanjang hidup kita akan mendapatkan teman baru, janganlah melupakan teman-teman lama... karena saat mereka kembali, mereka akan menjadi bagian besar hidup kita.

Alexia.

Perempuan Indonesia, Berbanggalah Dengan Kecantikan Anda! :)

Friday, 3 December 2010

[caption id="attachment_293" align="alignnone" width="490" caption="Lebih elegan dan berwibawa yang dulu"][/caption]

Akhirnya kesampaian juga... membuat versi perempuan dari 'Javanese Cultural Evolution' (Evolusi Kultural Jawa).. yang versi laki-lakinya ada di sini. Sudah sering sekali sebenarnya saya menulis tentang hal ini.. Saya sering sekali mondar mandir ke Kota Solo, di sana juga sudah lumayan modern (tapi masih lebih ada sentuhan tradisinya), anak mudanya kurang lebih sama dengan anak muda Jakarta (hanya mereka berbicara dengan bahasa Jawa). Tetapi karena di Solo ada Keratonnya, sering sekali saya melihat orang-orang dengan baju adat. Pada hari-hari tertentu, tamu-tamu perempuan menggunakan kebaya, dan para abdi-abdi dalem menggunakan baju dodotan. Sungguh senang saya melihat mereka berpakaian adat. Pakaian adat dari luar pulau Jawa juga luar biasa indahnya, dengan tekstil-tekstil yang berkualitas seni tinggi.

Lalu saya kembali ke Jakarta.. saya ada rencana bertemu dengan teman lama di salah satu mall "kelas atas". Ternyata banyak wanita menggunakan pakaian yang mini-mini, seakan-akan mereka mengatakan "Mari kita semua meniru Britney Spears!!".. Wibawa mereka tidak terlihat, walaupun mungkin mereka orang-orang pintar, baik hati, dan lain-lain.. kasarnya, mereka tidak terlihat "berkelas" sama sekali di mata saya.

Bahkan jika saya menyalakan TV lokal atau menonton film-film lokal, mereka menampilkan bintang-bintang film yang wajahnya sudah tidak terlalu... Indonesia lagi. Seakan-akan identitas negara kita disembunyikan. Kapan ya perempuan Indonesia bisa bangga dengan kecantikannya sendiri?.. bisa merasa anggun dengan pakaian adatnya, bisa merasa senang dengan warna kulitnya?

Alexia.

Woooii! Pada Niat Kerja Nggak Sih??

[caption id="attachment_288" align="alignnone" width="490" caption="Ih, pada niat kerja nggak sih??"][/caption]

Saya paling merasa tidak nyaman jika saya sedang belanja dan penjaga tokonya tidak mau atau malas memberi layanan. Ya, saya mengerti pekerjaan Anda tidak begitu menyenangkan. Saya sendiri juga pernah kerja paruh waktu sebagai karyawati di toko baju, di toko roti, selain itu saya juga pernah bekerja menjadi supervisor anak-anak di sekolahan, sampai membuat kopi di kafe juga pernah.. kerja memang adalah sebuah tantangan, tetapi jika pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk berinteraksi dengan banyak orang, mohon untuk paling tidak berusaha untuk mau diajak bicara dan terlihat semangat.

Pernah juga saya jalan-jalan di Citos (Cilandak Town Square) bersama teman SMU saya dan memasuki sebuah toko. Teman saya hendak membeli makanan, tetapi mbak-mbak yang kerja di sana memasang tampang sebal, tidak semangat (kalau kata anak muda, tampang "bete"). Kita berdua langsung merasa tidak nyaman berada di toko itu, hanya ingin cepat-cepat pergi dari situ. Teman saya langsung berkata "Dulu pas aku kerja di toko baju, walaupun aku lagi sebel banget, kita harus bisa menyambut pelanggan yang masuk dengan semangat, minimal acting aja supaya suasananya enak."

Ada yang diajak berbicara tidak mau, ada yang smsan, ada yang hanya menghembus nafas karena malas jika diminta melakukan sesuatu (contohnya diminta mencari ukuran sepatu), ada yang malah tokonya ditinggalkan supaya bisa 'ngerumpi' sama pekerja di toko sebelah. Maaf ya, tetapi jika Anda niat bekerja, hal-hal yang saya sebutkan di atas seharusnya tidak dilakukan, apalagi jika Anda seseorang yang jabatannya 'customer service' atau 'layanan pelanggan'.

Alexia.

Anak Anda Tidak Imut Lagi Kalau Mengganggu Banyak Orang di Tempat Umum

Thursday, 2 December 2010

[caption id="attachment_285" align="alignnone" width="490" caption="kejar-kejaran di tempat umum, berisik, mengganggu ketenangan orang lain..."][/caption]

Saya yakin Anda pernah berada di tempat umum, lalu ada seorang anak kecil yang lucu duduk tidak jauh dari Anda... tak lama kemudian anak kecil itu mulai jerit-jerit dan kejar-kejaran, mengeluarkan suara keras dan konsisten. Lama-lama.. mereka sudah tidak imut lagi di mata kita, gara-gara melihat tingkah laku mereka.. apalagi kalau di tempat yang seharusnya tenang, seperti di rumah sakit, di perpustakaan, dan lain sebagainya.

Sebenarnya melihat anak kecil bersuka ria seharusnya hal yang sangat menyenangkan untuk dipandang, tetapi jika mereka sudah mulai rusuh, lepas kontrol, liar dan berisik luar biasa, lama kelamaan malah jadinya menyebalkan. Anak kecil memang memiliki energi yang besar dan senang bermain, tetapi perilaku mereka bisa juga dijaga di tempat umum supaya tidak mengganggu orang banyak.

Terkadang orang tuanya malah cuek, berbicara di telepon, atau hanya membaca majalah. Tetapi malah ada juga kasus di mana anaknya yang mengatur orang tuanya - orang tuanya tidak tahu caranya untuk menjadi pemimpin, pengajar, pembina anak mereka. Jika Anda memiliki anak yang sering mengganggu orang banyak di muka umum, ajarilah mereka untuk sadar supaya mereka tahu bahwa di muka umum mereka harus bertingkah santun. Memang tidak mudah, tetapi carilah jalan supaya Anda bisa membina mereka untuk menjadi anak-anak yang sopan santun.

Alexia.

Bayangkan.. Pasangan Anda Mengidap HIV/AIDS.. Dan Anda Tidak Tahu..

Wednesday, 1 December 2010

[caption id="attachment_281" align="alignnone" width="490" caption="Dia nggak tahu suaminya punya HIV!"][/caption]

1 Desember - Hari AIDS Sedunia.

Saya pernah mendengar sebuah cerita nyata.. Tante saya bekerja di sebuah kantor di mana suami dari rekan kerjanya baru saja meninggal. Tante saya datang ke pemakamannya dan tidak sengaja mendengar saudara-saudara dari suaminya itu berbicara bahwa suami dari temannya itu meninggal karena AIDS. Ternyata sewaktu ia menikah, ia sudah HIV positif. Tante saya lalu menanyakan hal ini ke rekan kantornya, dan ternyata rekan kantornya itu tidak tahu sama sekali bahwa suaminya HIV positif sewaktu mereka menikah! Tante saya kemudian mengajak rekan kantornya untuk tes darah... sewaktu hasil tes itu keluar, ternyata rekan kantor tante saya ternyata sudah tertular HIV juga, dan dia langsung pingsan sewaktu melihat hasil tes darahnya. Lebih menyedihkannya lagi, keluarga suaminya tidak mau tahu apa-apa dan tidak mau ikut campur dengan permasalahan si rekan kantor tante saya ini.

Keluarga suaminya sudah tahu bahwa anaknya HIV Positif, tetapi tetap memperbolehkan anaknya untuk menikah dan berhubungan intim dengan istrinya. Bukankah ini sama saja dengan pembunuhan? Saya juga yakin bahwa ini bukan satu-satunya kasus yang pernah terjadi. Hal ini harus dihentikan supaya tidak ada lagi bayi lahir sudah HIV positif. Seseorang yang memutuskan untuk menikah (atau memperbolehkan anaknya menikah) atau berhubungan intim sewaktu mereka tahu bahwa mereka mengidap HIV adalah hal yang tidak bermoral, pasangan mereka memiliki masa depan dan orang-orang yang mencintainya - yang tidak mau mencelakakannya.

Alexia.

Untuk mereka yang membutuhkan bantuan karena kecanduan narkoba, bisa menghubungi YAKITA - Yayasan Harpan Permata Hati Kita.